Wolfgang Amadeus Mozart: Musiknya Membuat Anak Menjadi Cerdas

11-Aug-2015 16:10:03 - Sudah dibaca 847 kali
Wolfgang Amadeus Mozart: Musiknya Membuat Anak Menjadi Cerdas

"Penelitian mengungkapkan, musiknya bisa membuat anak makin cerdas bila diperdengarkan sejak sang janin masih dalam kandungan"


Konon, hanya ada segelintir manusia di muka bumi yang memiliki bakat musik sehebat Mozart. Ia mampu mengetahui tinggi suatu nada hanya dengan mendengar. Tapi, selain bakat jeniusnya , pamor musik Mozart juga ditentukan oleh dukungan dan upaya orang tuanya.

Keluarga Pemusik
Mozart lahir pada 27 Januari 1756 di kota Salzburg, sebuah kota di pegunungan Alpen, Austria, Ayahnya, Leopold Mozart, adalah seorang komponis sekaligus pemimpin orkes Istana Erzbischof Sigismund. Karena itu, tak mengherankan bila rumah keluarga Mozart tak pernah sepi dari musik. Teman-teman Leopold Mozart sering datang pada malam hari dan bermain musik bersama-sama. Pada saat-saat seperti itu, Mozart kecil biasanya menikmati alunan musik dengan senang.

Bakat musik Mozart mulai terlihat ketika Leopold mengajarkan Nannerl, kakak perempuan Mozart yang ketika itu berusia sekitar 7 tahun, bermain piano. Mozart yang kala itu baru berusia 3 tahun selalu mendekat dan memperhatikan kakaknya bermain piano. Sampai pada suatu hari, Mozart yang harus berjingkat untuk mencapai tuts piano menekan piano dengan urutan yang harmonis. Sejak saat itu, setelah Nannerl belajar piano, Mozart cilik meniru memainkan lagu-lagu yang dipelajari kakaknya.

Dukungan Orangtua
Minat yang begitu besar yang ia tunjukkan membuat Leopold memutuskan mengajar piano kepada Mozart juga. Ia berlatih dengan tekun dan bakatnya segera tampak. Selain bermain, Mozart juga tampak tekun mengubah lagu sendiri. Makanya, tak mengherankan, ketika usianya baru 6 tahun, ia sudah mampu mengubah lagu sendiri. Karya pertamanya adalah lagu pendek berjudul Menuett (tarian), yang ia ubah hanya dengan membayangkan. Pada usia itu juga ia mulai mengubah Clavier Concert, suatu bentuk komposisi musik untuk piano dengan orkes.

Hal tersebut membuka mata ayahnya lebih lebar lagi, Karena itu, ia dan Maria Anna Mozart, istrinya, memutuskan membawa Nannerl dan Mozart berkonser ke Munchen, Jerman, untuk memperkenalkan mereka dengan kaum bangsawan dan pemusik-pemusik terkemuka. Konser pertama Mozart bersaudara yang belum menginjak remaja itu mendapat sambutan hangat. Sukses tersebut disusul dengan kunjungan mereka ke Wina untuk bermain dihadapan Kaisar Franz dan Permaisuri Maria Theresia. Sambutan keluarga istana sangat menggembirakan.

Berkeliling Eropa
Perhatian dan tenaga Leopold dan Anna Mozart tercurah sepenuhnya untuk membimbing putra mereka bermain musik. Leopold memutuskan membawa Mozart keliling Eropa untuk dipertemukan dengan pemusik ternama saat itu. Perjalanan keluarga selama 3 tahun tersebut dimulai dari Jerman. Lalu, mereka ke Prancis dan ia disana berguru pada Rameau, pemusik Prancis masyhur saat itu.

Setelah Prancis, giliran London yang mereka singgahi. Disana, Mozart dielu-elukan. Selain bermain dihadapan Raja George, Mozart mendengarkan musik karya Johann Sebastian Bach dan George Friederich Handel untuk pertama kalinya. Perjalanan pertamanya keliling Eropa inilah yang kabarnya membentuk komposisi Mozart di kemudian hari.

Sayangnya, perjalanan hidup Mozart tak semulus karier musiknya. Karena kondisi Eropa saat itu, pemusik hanya mendapatkan sedikit uang dari karya-karyanya. Tapi, Mozart tak peduli.

Mozart lalu memutuskan tinggal di Wina dan menikahi Constanze von Webern yang juga mencintai musik. Inilah saat-saat paling produktif.

Menjelang ajalnya, kehidupan keluarga Mozart morat-marit. Akhirnya, pada 5 Desember 1791, Mozart wafat, meninggalkan istri dan dua orang anak. Ia meninggal sebelum sempat menyelesaikan karya terakhirnya, sebuah komposisi rekuiem, lagu pengiring misa untuk orang yang meninggal.

Karya Mozart dan Kecerdasan Janin
Perkembangan anak yang paling cepat justru terjadi selama dalam kandungan. Selama masa yang relatif singkat tersebut, janin berkembang dari satu sel menjadi sesosok manusia mungil yang sudah lengkap organ-organnya, termasuk otak. Karena itu, tak mengherankan jika banyak ahli psikologi yang menyarankan memberi stimulasi atau perangsangan sejak masa prenatal.

Musik Klasik yang Terbaik
Salah satu bentuk stimulasi yang dianjurkan adalah musik, terutama musik klasik. Penelitian beberapa ahli, seperti Balaskas dan Gordon serta Lingerman, bahwa secara spesifik menyebutkan jenis musik klasik yang bisa meningkatkan kecerdasan anak jika si ibu mendengarkan selama hamil adalah musik gubahan Mozart. Namun, tidak semua musik karya Mozart berefek sama.

Komposisi Mozart Pilihan
Lingerman, dengan penelitian lebih mendalam, menemukan beberapa karya Mozart yang ia yakini bisa merangsang kecerdasan janin. Beberapa di antaranya Andante dari Konser Piano C Mayor, KV 467; Konser Seruling GDUR, KV 313; Kuartet Seruling No. 2G, KV 285 a, dan; Kuartet Seruling No. 1 D, KV 285. Karya-karya itu kini tersedia dalam kaset yang ditujukan bagi ibu hamil. (Sumber: jangkarkeadilan.com)

Komentar
Tidak ada komentar
Nama
:
Email
:
Komentar
: