Rizky the Drummer: Berprestasi Walau Berkebutuhan Khusus (ADHD)

27-Apr-2016 15:40:26 - Sudah dibaca 1617 kali
Rizky the Drummer: Berprestasi Walau Berkebutuhan Khusus (ADHD)

Pasutri Herbudianti (akrab dipanggil Asti) dan Gatot Supiartono terkejut kala mendapat info dari gurunya, bahwa anaknya, Rizky Artono Budi yang berusia 4 tahun ini tidak dapat mengikuti kegiatan belajar di taman kanak kanak atas rujukan dari dokter. Asti pun membawanya ke RSCM untuk menjalani cek EEG (rekam otak). Hasilnya, Rizky didiagnosa ADHD, (attensif deficit hiperaktif disorder) yakni spektrum autis ringan. Dokter mengatakan, penyembuhannya bisa melalui terapi dan perlu bimbingan khusus. Kini Rizky berangsur angsur normal, bahkan menjadi seorang musisi kecil yang suka bermain drum. Memenangkan kejuaran pada Autism Awareness Festival (AAF) VI sebagai juara pertama. Hadiahnya, berlatih drum dan tampil di acara Pyeongchang Special Music Festival, Korea Selatan.

 

Bersama Nano Harsono, seorang analis recording system, yang juga mengagumi kemampuan Rizky, Audio Lifesytle melihat penampilan permainan drum solo yang dimainkan Rizky begitu menawan, khususnya bila mengingat bahwa dia adalah anak berkebutuhan khusus, Rizky juga tampil sebagai kids percussion bersama Umran Zhafran Ibrahim. Di acara music for Ervitha. Ervitha sendiri adalah seorang anak yang berkebutuhan khusus (autis) tetapi sanggup tampil di atas panggung, dihadapan keluarga mereka dan pengunjung lainnya. Inilah acara yang digagas oleh sekolah London School of Public Relations, Jakarta. Sekolah ini pula yang mengadakan acara Autism Awareness Festival (AAF). Sekolah ini memang memiliki kepedulian terhadap autism, khususnya anak-anak, dengan mendirikan London School Centre for Autism Awareness (LSCAA) yang dibentuk Pria Kemal Gani, MBA, MCIPR APR sejak 2008. Inilah bentuk CSR (Corporate Social Responsibilities) dari sekolah ini.

 

Demikianlah, berkat usaha yang telaten dan kesabaran tinggi dari orangtua Rizky, khususnya sang ibu, Asti, anaknya kelahiran Jerman pada 24 Februari 2001 ini pun berangsur-angsur membaik. Asti terus mengawal dan membimbing Rizky, termasuk kala Rizky mulai mengambil kursus gitar dan vokal kala berusia 6 tahun dan lalu saat 9 tahun mulai khusus drum. Passionnya yang tinggi terhadap musik, khususnya music pop rock, telah membawanya kebanyak event seperti Kawai Amazing Concert tahun 2010 & IMMK Over the Rainbow di tahun 2011, serta penampilan solo Drum Autism Day di Monas, Jakarta ditahun 2011. Di tahun yang sama dia tampil pada acara yang diadakan London School di FX Sudirman tahun 2012 Rizky tampil di Autism Day yang berlokasi di Epicentrum Kuningan. Dia aktif mengikuti kompetisi drum seperti Kawai Music Competition (2011) dan di kejuaraan AAF VI tahun 2014.

 

Dari usia 2 – 3 tahun Rizky memang suka musik. Dia pasti tergerak dan sudah hafal lagu seperti lagu Koes Plus, Panbers, Dlloyd, Mus Mulyadi dan Benyamin S kesukaan ayahnya. Tetapi dia lalu bosan dan pindah ke music rock seperti Linkin Park. ‘’Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi ya musik. Selain itu dia juga suka akan fotografi.’’kata Asti. Asti pun mendapat ide untuk mendalami ilmu tentang anak kebutuhan khusus Inilah hebatnya orang tua seperti Asti ini. Dia tidak berpikir kebelakangan seperti meratapi nasib, tetapi berjalan kedepan, dan melakukan banyak hal untuk anaknya. Selain berjuang untuk anaknya, dia juga berjuang untuk anak orang lain, dengan mendirikan klinik. Bahkan kedepannya, Asti ingin membuat sebuah buku tentang autis, berdasarkan pengalamannya sendiri bersama Rizky.

 

Sudah sepatutnyakita juga peduli terhadap anak yang menderita autis. Mereka perlu dukungan untuk menjadi sembuh atau kian sembuh. Di sisi kekurangannya, mereka ternyata memiliki sejumlah kelebihan yang bisa saja tidak atau susah dimiliki seseorang anak yang normal. Seperti Rizky, yang ternyata piawai dalam bermain instrument music.

 

Dan, ada pelajaran menarik dari sini, yakni kalau yang sedang menderita saja bisa berprestasi, mengapa yang tidak sedang menderita tidak? Sumber: Audio Lifestyle Magazine/ Sistem High End Iheac Show 2014 Edisi 90/Th.VII/November 2014

Komentar
ryo Hebat oi... ternyata kemampuan anak berkebutuhan khusus tidak kalah dengan anak-anak normal lainnya. Lanjutkan.... Sukses selalu, amin
27-Apr-2016 13:18:34

Nama
:
Email
:
Komentar
: