Ni Luh Ayustha: Banyak Musisi Tidak Mau Dikritik

20-Sep-2016 13:13:06 - Sudah dibaca 651 kali
Ni Luh Ayustha: Banyak Musisi Tidak Mau Dikritik

Sejak berdirinya Sekolah Musik Modern Kawai (SMMK) sekitar tahun 1999, konser atau resital musik bagi para murid bahkan para guru sudah menjadi agenda tetap.

 

Event yang dilakukan secara internal maupun eksternal tersebut bertujuan bukanlah ajang show-off atau pamer. Resital musik adalah salah satu cara yang paling efektif untuk membantu para murid untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan bermusik mereka.

 

Menurut Ni Luh Ayustha, resital musik dapat membangun pengalaman kinerja, kepercayaan diri, memberikan tujuan/ arah pembelajaran musik selanjutnya dan bahan evaluasi untuk mengembangkan metode pembelajaran. Dalam sebuah resital, murid mempunyai kesempatan untuk mengekpresikan dirinya secara musikal sebagai seorang individu dalam ruang publik. Mempraktekkan buah dari hasil pembelajaran sudah dipelajari selama beberapa kurun waktu tertentu.

 

“Dalam resita piano kali tampak tidak banyak guru yang hadir tapi saya senang atas kesempatan yang diberikan oleh SMMK, buat saya, guru-guru dan para murid kegiatan ini menjadi ajang buat belajar untuk tampil di depan umum, berani, dan kalau salah ya ngga apa-apa. Sangat-sangat ngga apa-apa”, ujar Ni Luh, dalam resital piano, Minggu, (18/9/2016) di Auditorium Sekolah Musik Modern Kawai-Jakarta.

 

Lebih lanjut, harap Ni Luh yang juga Koordinator Guru Piano SMMK adalah memotivasi para murid untuk berlatih lebih baik untuk mengembangkan kebiasaan bermain musik yang baik. Misalnya: memberikan hormat kepada penonton, mengatur posisi duduk sebelum bermain, dll.

 

“Dijamin banyak yang salah. Dapat saya pastikan itu. Karena sangat berbeda ketika memainkan piano sendirian dengan yang disaksikan banyak orang. Oleh sebab itu dalam proses pemebelajaran, kita harus jujur. Kalau memang sudah berusaha tapi banyak yang salah. Kita perbaikin, yang terpenting kita sudah jujur. Mengakui inilah saya. Baru seginilah kemampuan saya. Kalau kurang mohon dikritik. Itu yang saya pingin dari kita semua sebagai pemain musik untuk mau dikritik agar kita bisa menjadi lebih baik lagi”, harapnya.

 

Selain pujian dan masukan yang positif dari publik akan membuat siswa menjadi lebih percaya diri. Kalau konser persiapannya harus 200 persen. Hal itu terbukti beberapa murid yang sudah bisa tampil secara baik. Namun dari pengalaman dirinya, hal yang disayangkan dari banyak orang adalah tidak mau dikritik atas kesalahannya. Kalau bicara soal salah atau gugup ucap Ni Luh, para guru juga mengalami perasaan senewen dan gugup menjelang naik ke atas pentas.

 

“Kalau kita konser itu persiapannya harus 200 persen. Supaya di panggung bisa tampil 100 persen. Dari pengalaman saya memang banyak orang tidak mau dikritik. Kalau dikritik, lari atau ngambek bahkan lari. Prilaku itu sangat disayangkan. Bukan harus betul atau benar semuanya. Para guru pun juga ada perasaan senewen dan gugup menjelang naik ke atas pentas”, ucap Ni Luh.

 

Sementara Dora Hertiana, Kepala Akademik SMMK, mengaku senang karena pelaksanaan resital piano dari para murid dan guru-guru SMMK, secara umum berlangsung baik dan meriah. “Seru ya, performance resital piano dari para murid dan guru-guru”, ujar Dora.

 

Resital yang berlangsung sejak pukul 16.30 hingga 18.00 WIB menampilkan (Piano) Angelica Michelle dan (Biola) Andrea (Ave Maria Bach Gounod), Dean (Cavativa, the Deer Hunter), Christabella (Marriage The Amour), Zephania T. Gurning dan Renita S. Tambunan (Serenade by F.R. Schubert), Christabella dan Dean (Yamko Rambe Yamko by: Robby Soetanto), Rayaning Pakarti Prasetyo (Tembang Alit by: Jaya Suprana), Yosia Elim (Sarinande by: Trisutji Kamal), Yuan Mulyadi (Souvenir d’Efance, Richard Clayderman, I. Giorni by Ludovico Einaudi), Fathimah Azzahra (Schenkt Man Sich Rosen in Tirol Carl Zelter), Zephania Tulus Gurning (After The Love has Gone by: David Farter), Susy Kusuma Hardianti (Chopin, Smoke Gets In your Eyes), Aditya Dharma Putranto (Tico Tico No Fuba, Brazilian Music), Safitri Risky Natalia, (Chopin Nocturne Op. 9 No. 2), Yosia Elim dan Renita Septacya Tambunan (The Spanish Dance by Richard Kleinmichel, Aus Der Brautzeit by C. Bohm), Rivan H. Prananda (He’s Pirate by Jarrod Radnich), Nirmala Hapsari (Etude Tableu Op 33 No 6 by Sergei Rachmaninoff), Ni Luh Ayustha (Meditation From Thais, Jules Massenet). (Darius AR)

Komentar
Tidak ada komentar
Nama
:
Email
:
Komentar
: