Terbukti Mereka Bisa!

20-Sep-2016 14:00:14 - Sudah dibaca 818 kali
Terbukti Mereka Bisa!

Lincahnya permainan drum yang dipersembahkan oleh para murid Sekolah Musik Modern Kawai (SMMK) dalam Resital Drum, Minggu (18/9/2016) di auditorium SMMK yang berada di bilangan Jakarta Selatan, membuat para penonton sontak bertepuk tangan.


Mengapa tidak, karena peserta resital sebagian datang dari kelas Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang memiliki kemapuan lebih atau tingkat mahir dalam bermain drum. Terbukti mereka bisa bermain musik secara luar biasa. Kemampuan dan skill tidak kalah dengan murid kelas anak regular lainnya.


Fakta tersebut membuktikan bahwa mereka adalah bagian dari generasi emas (Gifted and Talented) penduduk Indonesia. Jika potensi mereka dioptimalkan sesuai bidangnya masing-masing, maka dapat dipastikan mereka bisa mandiri, tanpa harus bergantung kepada orang lain.


Rasa bangga dan haru tampak di wajah penonton yang kebanyakan dari para orangtua murid.


Menurut Haris Reinaldo, Koordinator Guru Drum SMMK, resital drum yang diselenggarakan saat ini adalah gabungan dari anak-anak yang sengaja dipilih karena kemapuan mereka sudah diatas rata-rata yaitu berada pada level tingkat lanjut.


“Pesertanya memang tidak banyak. Kami pilih dari beberapa anak kelas regular dan anak-anak ABK yang kemampuan bermain drumnya sudah berada pada tingkat mahir”, ungkap Haris dalam pengantar singkatnya.


Haris juga menyampaikan sengaja banyak menampilkan lagu-lagu karya Bon Jovi kelompok music rock dari Sayreville, New Jersey, Amerika Serikat era tahun 80-an bukan kerena para murid sudah tua melainkan rhythm-nya enak untuk didengarkan oleh era mana saja.


“Minus one, Resital drum yang kebanyakan berasal dari karya Bon Jovi, Selamat menyaksikan persembahan dari kami”, imbuh Haris.


Para murid SMMK yang tampil dalam resital drum yang berlangsung selama dua jam itu diantaranya adalah Jonathan (Survivor: the eye of the tiger), Rizky (Guns ‘N Roses: Sweet Child of mine), Josua Collins (Bon Jovi: In These Arms), Teddy (Bon Jovi: Livin on A prayer), Ali (Bon Jovi: Keep the Faith), Kayril (Bon Jovi: I’ll be there for you), Fajar (The Blue Hearts: Train-train), Bodhivira, (Bon Jovi: Captain Crash and the beauty queen from mars), Alvino (Bon Jovi: Livin on A Prayer), Nauval (Bon Jovi: Just Older), Kelvin (ACDC: You Shook Me all night long), Richard (Bon Jovi: its my life), Ponco (Europe: The Final Countdown).


Tampil di luar negeri
Selain Rizky Artonobudi, Ahmad Fauzan Nur Rizkiawan, siswa Intervensi Musik Modern Kawai (IMMK) yang pernah membawa nama Indonesia ke kancah Internasional dalam acara Pyeongchang Special Music Arts Festival pada tahun 2014, di Korea Selatan, siswa lainnya adalah Ferdian Nugraha Ponco Sakti atau yang biasa disapa Ponco.


Dalam obrolan dengannya mengenai kemampuan dan kepiawaiannya dalam bermain musik drum, Ia menjawab santai bahwa dirinya pernah tampil hingga ke luar negeri yaitu ke Korea dalam acara Pyeongchang Special Music Arts Festival tahun 2015.


“Iya, saya senang karena bisa tampil hingga ke luar negeri”, ucap Ponco sambil tersenyum.


Orangtua Ponco juga mengaku bahwa Anak Berkebutuhan Khusus harus terus mendapatkan dukungan dari semua pihak, khususnya dari para orangtua.


“Ponco, dalam kegiatan apa saja kami ikut. Kami selalu dukung, yang terpenting dia (Ponco.red) senang. Kalau sedang tidak mood, kami tidak ingin memaksanya. Nanti ngamuk”, ujar Wara orangtua Ponco.


Wara juga menyayangkan kebijakan sekolah formal yang dalam tanda petik 'diskriminatif' terhadap siswa ABK. Menurutnya Ponco sekolah formalnya hanya sampai kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA) karena penerapan disiplin yang disamakan dengan murid regular lainnya.


“Syukur kalau Ponco masih mau pergi ke sekolah walau terlambat. Karena penerapan disiplinnya sama dengan murid regular lainnya maka kami putuskan untuk mendapingi Ponco diluar sekolah formal.

 

Kegiatannya apa saja termasuk kegiatan resital musik seperti ini. Kami tidak ingin menargetkan untuk menjadi apa untuk masa depannya. Yang terpenting anak kami bisa senang”, ujar bapak warga Tanah Abang ini.


Disinggung soal Ponco dan kawan-kawan tidak ikut dalam Autistic Talent Gala, di Hong Kong, September 2016 mendatang, Wara mengatakan tidak masalah. Mungkin belum rezeki.


“Tidak masalah. Sepertinya panitia lebih memilih kategori akustik. Selain itu mungkin belum rezekinya”, ujar Wara yang didampingi istri serta putri tercintanya. (Darius AR)

Komentar
Tidak ada komentar
Nama
:
Email
:
Komentar
: